FREQUENLY ASKED QUESTION

1. Pemilik dari Vania siapa dan berasal darimana?
Pemilik dari Vania adalah Bapak Philip Tjandra, beliau berasal dari Bandung namun sekarang tinggal di Singapura.
2. Kain Vania diproduksi sendiri atau makloon (vendor)?
Vania memiliki pabrik sendiri untuk memproduksi kain-kain lokal, lokasinya berada di Padalarang-Jawa Barat.
3. Apakah kain Vania diproduksi dari Ateja?
Untuk kain lokal kita memang memproduksi di Ateja karena mereka adalah sister company Vania, namun secara design eksklusif hanya dapat ditemukan di Vania.
4. Apa perbedaan antara Vania dengan Ateja?
Biasanya kain-kain yang diproduksi oleh Ateja tidak terlalu eksklusif atau segmentasinya masih di bawah Vania (middle low). Untuk tampilan warna & hand touch kain Vania lebih eksklusif karena standar eksport (high end).
5. Mengapa kain-kain di Ateja banyak yang terlihat mirip sekali dengan Vania namun harga jauh berbeda?
Mirip bukan berarti sama. Karena kualitas dari kain yang diproduksi oleh Ateja berbeda apabila dipegang langsung. Begitupun komposisi dari benang dan gramasi, sehingga tidaklah heran apabila harga berbeda jauh. Karena kualitas dari kain Vania masih jauh lebih baik.
6. Apakah di Vania menerima pembuatan sofa?
Ya Vania menerima pembuatan sofa.
7. Apakah Vania mempunyai workshop sendiri? Dimana?
Vania memiliki workshop untuk pembuatan curtainsaja. Sedangkan untuk furniture, Vania makloon dengan furniture maker.
8. Berapa bulan sekali di Vania ada desain baru?
Dalam 1 tahun sekitar 2-4 produk baru yang diproduksi oleh Vania.
9. Vania lebih ke kain atau furniture?
Produk Vania adalah upholstery fabric, yaitu fabric yang dapat digunakan untuk semua hal yang berhubungan dengan interior termasuk untuk pelapis furniture.
10. Mengapa tidak ada diskon di Vania?
Karena harga kain di Vania tidak terlalu mahal, dan untuk pembelian pertama tidak diberikan diskon.
11. Bagaimana cara mendapatkan diskon di Vania?
Vania sering memberikan diskon pada saat event (biasanya hampir setiap bulan). Dan diskon tanpa promo biasanya diberikan pada saat pembelian ketiga dengan persetujuan dari management Vania. Bagi customer yang sudah menjadi pelanggan tetap (member) biasanya mendapatkan diskon khusus. Dan untuk barang-barang yg discontinued biasanya akan diberikan diskon besar-besaran.
12. Bagaimana cara menjadi member Vania?
Berikan data lengkap Customer ke Sales Vania, sehingga akan dimasukkan data-data Customer ke dalam sistem kami.
13. Apa keuntungan menjadi member Vania?
Keuntungan yang didapatkan adalah para customer akan mendapatkan info-info atau promo-promo terupdate yang ada di Vania lebih awal. Dan mendapatkan tambahan diskon pada saat melakukan transaksi ketiga dengan persetujuan dari management Vania.
14. Mengapa diskon ke end user dan ke tukang berbeda?
Tukang melakukan pembelian cukup rutin dibandingkan end user, aka terjadi perbedaan besaran diskon dalam setiap transaksi.
1. Ethan David itu apa?
Ethan David adalah kain yang di import dair Turkey, Taiwan, India dan Eropa.
2. Kenapa hanya di Vania yang menjual kain Ethan David?
Karena Vania direct buying dari mereka dan memang eksklusif di Indonesia.
 
1. Apa bedanya kain lokal dan import?
Secara kualitas baik import maupun lokal sama bagusnya. Kami  menyediakan kain import untuk memperbanyak pilihan untuk customer. Secara harga memang berbeda karena kami mendatangkan barang rata-rata dari Eropa seperti Belgia, Itali dan Turki. Produk lokal dan import perbedaan hanya di range warna.
2. Mengapa kain lokal untuk pilihan warna kurang variatif?
Tiap negara punya ciri khas warna dan desain, perbedaan warna kadang timbul dari pigment color dan kadar air yang juga mempengaruhi. Pilihan warna benang di local itu terbatas, sehingga warna kain yang di hasilkan adalah warna-warna standard, sedangkan untuk motif, tergantung permintaan pasar.
3. Mengapa susah untuk mendapatkan sample di Vania?
Stock sample kami memang agak terbatas. Karena sample yang kami miliki cukup ekslusif, sehingga biaya cukup tinggi. Tapi jika Customer membutuhkan, bisa kami pinjamkan dengan catatan dikenakan biaya deposit sample, akan dikembalikan jika sample dibutuhkan. Tetapi jika  ingin lebih simple, bisa kita berikan cuttingan sample untuk kain yang dibutuhkan.
4. Mengapa kain Suede polos sering sulit didapatkan di Vania?
Suede sudah tidak banyak lagi peminatnya dan harga di pasaran banyak yg murah. Namun kami menyediakan suede dari Warwick.
5. Apa Beda Kain Import komposisi 100% Polyester dengan Kain Lokal dengan komposisi yang sama?
Secara komposisi bila sama-sama polyester tidak ada bedanya, yang berbeda kemungkinan pada teknik anyam dan perwarnaan. Juga kualitas dari polyester itu sendiri sehingga membedakan di hand touch.
6. Kenapa Ethan David untuk sofa komposisinya tidak ada yang dominan cotton?
Kain dengan bahan dasar cotton memang nyaman dan tidak membuat panas, namun kekurangan bahan cotton dan bahan alamiah lainnya adalah durability yang kurang dibandingkan dengan bahan sintetis. Untuk fabric dimana durability itu penting seringkali digunakan pencampuran antara serat alami dengan sintetis agar fabric tetap terasa nyaman dan juga kuat.
Cotton, biasanya digunakan pada bahan baku baju, selain harganya yang cukup tinggi dan adanya keterbatasan dalam banyaknya bahan baku tersebut, cotton jarang kami gunakan karena jika barang tersebut dominan cotton cenderung mudah kusut dan cukup mempersulit tukang kursi. Ada sintetis dari cotton yaitu Rayon, beberapa kain kami banyak yang menggunakan itu.
7. Mengapa untuk motif Anak-anak kurang banyak desainnya?
Untuk saat ini kami memang tidak banyak mendatangkan kain dengan motif anak-anak, namun bila mau membuat nuansa untuk kamar anak bisa menggunakan permainan warna yang cocok untuk kamar anak, seperti baby blue, pink, kuning terang, dan pilihan warna cerah atau soft lainnya.
8. Mengapa kain yang mengandung Cotton Linen dan Rayon harganya jauh lebih mahal?
Semua kain yang menggunakan bahan dasar alamiah, seperti cotton, linen dan rayon, sutra pasti akan meningkatkan value dari suatu barang. Selain memiliki banyak kelebihan dari segi kenyamanan, juga secara proses pembuatan cenderung lebih sulit dibandingkan dengan bahan dasar sintetis.
9. Apakah kain untuk sofa bisa untuk curtain juga?
Tergantung dari jenis kainnya, untuk kain Bluster & Devonshire bisa dibuat untukk curtain, ada beberapa kain sofa Vania yang bisa dibuat untuk curtain.
10. Jenis sofa apa yang biasa diproduksi oleh Vania?
Vania hanya memproduksi sofa yang good quality dan bertema minimalis modern.
11. Berapa lamakah Vania memproduksi kain?
Jangka waktu produksi untuk kain lokal adalah -/+ 45 hari kerja, belum ditambah dengan waktu pengiriman. Untuk waktu pengiriman paling lama 2 minggu, itu pun untuk cabang terjauh yaitu Medan. Memang ada beberapa desain yang membutuhkan waktu produksi yang lebih lama, seperti kain-kain Velvet.  Sedangkan untuk kain import memang lead time menjadi lebih lama yaitu -/+ 3 bulan, karena proses produksi dan ditambah dengan lama pengiriman dari negara asal (import).
12. Mengapa stok sample tidak selalu ada dan kenapa stok sample harus selalu tahunan?
Dikarenakan stok sample kita terbatas & tidak banyak, maka dari itu kita tawarkan dengan pemberian cutting sample saja. Karena pembuatan sample harus menunggu semua kain ready. Itu yg membuat agak lama produksinya.
13. Berapakah standar ukuran kain di Vania?
Biasanya ukuran kain di panjang +/- 140cm.
14. Berapakah standar harga kain di Vania?
Range harga kita mulai dari Rp. 70.000,- sampai dengan Rp. 2.000.000,- per meternya.
15. Apakah bisa custom desain unutk curtain?
Untuk curtain tergantung desainnya seperti apa, apakah pabrik bisa develop atau tidak, utk min order 1000 meter..


 
BACK TO PREVIOUS PAGE